Senin, 09 Maret 2015

KELUARGA PAK KUSNO DAN IBU FATMA

    Disebuah desa yang tidak terlalu terpencil namun tidak terlalu dekat dengan perkotaan. Desa ini bernama desa Sok Rates, yang berada di distrik Pelato. Hidup sebuah keluarga kecil dengan rumah yang tidak terlalu kecil namun tidak terlalu besar. Keluarga ini terdiri dari satu orang ayah, satu orang ibu, dan dua orang anak yang kebetulan kembar namun berbeda jenis kelamin. Sang ayah bernama Kusno,  sang ibu bernama Fatmawati, serta anak perempuannya bernama Sutartinah yang biasa dipanggil Tina  dan anak laki-lakinya bernama Ibrahim yang biasa dipanggil baim. Keluarga ini bisa dibilang harmonis dan sangat jarang sekali kusno dengan fatmawati bertengkar. Tina merupakan anak perempuan yang sangat aktif, bahkan selalu bertanya jika memang dia tidak tahu. Sementara saudara laki-lakinya bisa dibilang pendiam dan jarang berbicara namun kritis jika sudah berbicara. Padahal umur mereka masih bisa dibilang muda karena masih berumur 14 tahun dan masih dibangku SMP kelas 2.

    walaupun terlihat berbeda dengan anak lainnya namun tetap kedua anak itu tetap bermain adalah salah satu yang tidak bisa dihindarkan saat sore hari menjelang magrib. Tina bermain congklak , atau lompat karet, ataupun monopoly dan taplak gunung. Terlihat kuno namun ini yang diterapkan oleh orang tua Tina dan Baim, tidak membiasakan anaknya dengan gadget, karena gadget membuat anak tetangganya kuper (Jarang bergaul). Sedangkan Baim terlihat sekali jika dia berbakat dalam bidang sepakbola, karena setiap dia bermain bola selalu saja jadi rebutan yang akan jadi temannya. Itu karena dia dimasukan sekolah sepak bola oleh ayahnya. Orang tua Tina dan Baim memang tidak pernah memaksakan anaknya untuk jadi ini ataupun itu, mereka cenderung membebaskan anaknya untuk jadi apa yang mereka sukai dan cintai. Karena ini faktor penting jika anak dipaksakan dengan kehendak orang tuanya dan sang anak merasa dipaksa maka seumur hidupnya akan tidak bahagia. Sebelum nikah pak Kusno memang hobby nonton film, nah film yang menjadi rujukannya adalah 3 Idiots, film asal India yang diperankan oleh Amir khan. film yang pak Kusno tontonpun tidak hanya film fiksi, namun film yang berkaitan dengan pendidikan, sejarah, dan kritik terhadap suatu masalah seperti rasial, biografi dan lain-lain yang menurutnya dapat diambil pelajaran dari film tersebut.

    Dihari yang cerah dan sangat menyengat mataharinya padahal baru jam 10 di hari minggu, kumpulan keluarga pak kusno untuk makan. Dalam suatu perbincangan, Tina bertanya karena dia pernah nonton film tapi isinya monyet atau kera, dan dia teringat dengan apa yang dia pelajari di kelas 7 SMP tentang manusia purba. dia pun bertanya kepada ayahnya,


Tina: (menatap ke ayahnya yang sedang memakan sayur asem) "Pah, emang bener nenek moyang kita dulunya monyet?"

Pak Kusno: (sedikit tersedak), "ehmmm, ko ade bisa ngomong begitu sih?"


disaat yang sama bu fatma pun sempet tersedak dan setelahnya tersenyum. dan Baim menanggapi dengan becanda,


Baim: (sambil tertawa) " kalo misalnya monyet mama, papah n kamu monyet dong?"


kali ini kedua orang tuanya tertawa dan tidak tersinggung dengan pernyataan dari si Baim. Sedikit kesal Tina menjawab pertanyaan ayahnya dan menimpali si Baim.


Baim: (raut muka cemberut) "kamu aja yang monyet, aku sama papah n mamah enggak,!"


Ibu Fatma: (sedikit kesal), "Hushhh, ga boleh kata-kataan ah!"

Tina: (masih kesal), " ya habisnya aku nanya papah si jelek ini yang nanggepin, iya pah aku semalem ngeliat saluran TV Nasional Geografi menayangkan culplikan tentang manusia purba, dan disekolahpun aku belajar kaya gitu,"


Sang ayah sepertinya asik dengan sayur asem , sambel dan ikan asin buatan bu Fatma yang selalu dipuji masakan terbaik didunia oleh pak Kusno. Setelah minum pak Kusno menanyakan kembali ke Tina tentang materi manusia purba yang dulu juga pernah dia pelajari saat di SMP maupun di SMA.


Pak Kusno: (dengan suara ngebassnya), "Emang adek percaya kalo nenek moyang kita seekor monyet ataupun kera?"

Baim: (menanggapi secara serius) " iya kalo misal nenek moyang kita monyet ato kera kenapa kita ga mirip monyet?"

 Tina:  "Iya juga sih, ko kita ga kaya monyet ya ?" (sambil mengaca).


setelah perdebatan itu, mereka kembali melakukan aktifitasnya masing-masing. Pak Kusno menonton tv beserta bu Fatma , Tina bermain dengan temannya, sedangkan si Baim sibuk dengan bola yang dia jugling. walaupun sedang bermain sebenarnya Tina masih mengganjal kenapa kita harus mempelajari materi manusia purba padahal kita kan ga mirip sama manusia purba a.k.a monyet. Pak Kusno pun melalui smartphone sambil nntn acara memasaknya farah quinn mencari di mbah google tentang manusia purba yang nantinya akan dijelaskan ke Tina.


Esok harinya...................

kita lanjut nanti dengan materi manusia purba yang bakal di tanyakan oleh Tina dan dijelaskan oleh Pak Kusno. :)


"hal yang dapat kita ambil dari keluarga ini adalah selalu menanggapi apa yang anak tanyakan, jangan rampas hak anak dengan kata, APA SIH NANYA-NANYA TERUS, BAWEL, AYAH GA TAU,"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar